Subscribe via RSS Feed

Register

Forgot your password

Jangan Sepelekan Sakit Ringan !

Pernah sakit ringan saat beraktivitas ??  Saya yakin pernah dan Anda pasti cepat melupakannya ,karena Anda anggap itu hanya sakit biasa saja.
Tetapi ada baiknya berhati-hati jika mengalaminya terlalu sering ,karena ternyata sakit yang hanya muncul sekali sekali itu bisa jadi ada kaitannya dengan penyakit Anda yang lainnya yang belum muncul saat ini.

migren

Ternyata para dokter menemukan, penyakit ringan biasanya berpasangan atau menyembunyikan penyakit berat yang jauh lebih berbahaya. Penyakit ringan yang sering disebut penyakit bayangan ini sebenarnya berkaitan atau memicu penyakit lain. Berikut beberapa penyakit tersebut. kita simak yuuk…

- Migrain
Gejala migrain secara rutin terutama adanya gangguan visual yang menyertai sakit kepala, merupakan peringatan adanya penyakit jantung atau stroke. Makin sering mengalami migrain, peluang terserang stroke atau jantung makin besar. Orang yang menderita migrain sebulan sekali memiliki risiko 50 persen lebih besar terserang jantung daripada orang tanpa migrain.

Tobias Kurth, Asisten Profesor pada Fakultas Kedoteran Harvard mengatakan, hingga saat ini belum ada penelitian yang mampu mencegah atau menurunkan gejala migrain atau serangan jantung. Bagi penderita migrain, Anda harus menjaga kesehatan jantung dengan menjaga level kolesterol dan kegemukan. Lakukan diet dan olahraga serta kurangi alkohol dan rokok.

- Endometriosis
Wanita yang mengidap endometriosis (kista yang berada dalam jaringan rahim atau di luar rahim) memiliki 62 persen peluang terjangkit penyakit melanoma (kanker kulit). Para ahli belum menemukan mengapa endometriosis dan kanker kulit, umumnya menyerang bersamaan. Namun ada dugaan penyakit ini diturunkan secara genetik.

Apabila Anda sedang mengidap endometriosis, lebih baik periksakan  juga  apakah Anda terkena penyakit kulit. Lakukan pemeriksaan silang dengan memeriksa tahi lalat yang tumbuh di kulit. Jika memang benar, jangan khawatir . Melanoma dapat diobati jika terdeteksi sejak dini.

- Tekanan Darah Tinggi
Sejak lama dokter menilai ada hubungan antara tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua penyakit ini sering muncul bersamaan, terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan (obesitas).

Sebuah penelitian tim Brigham dan Harvard yang melibatkan 38.000 wanita selama 10 tahun menemukan hipertensi meningkatkan resiko terjadinya diabetes, berapapun massa indeks tubuh (BMI) yang Anda miliki.

David Conen, peneliti dari Brigham mengatakan dua penyakit ini menyebabkan naiknya resiko peradangan dan gangguan pada pembuluh darah karena sel darah menyebar dan merusak jaringan.

Jika Anda memiliki hipertensi, sebaiknya periksa apakah Anda juga mengidap diabetes. Perubahan gaya hidup membantu mencegah terjadinya diabetes dengan meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi garam, menurunkan berat badan, dan makan menu sehat.

nusahealth-banner

Tags: , , , , ,

Category: Lifestyle

About Arie : Online Dokter , led formula sehat dot com to engage people to be aware with their health. Arie is FormulaSehat CEO that responsible to manage health strategic planning into Indonesian culture.

Facebook comments:

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.