subscribe: Posts | Comments

Banyak Makan Kok Kurus ? Pentingnya Air Bagi Daya Tahan Tubuh

Pengobatan Gagal Ginjal Kronik

Ginjal pada Gagal Ginjal Kronik

Ginjal pada Gagal Ginjal Kronik

Masih mengenai gagal ginjal kronik yang saya angkat pada posting kali ini , kalau beberapa waktu yang lalu saya telah membahas gejala awal dari gagal ginjal kronis atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK) ,sekarang akan membahasnya lebih dalam lagi.

Gagal Ginjal Kronik sendiri diartikan sebagai  kemunduran perlahan dari fungsi ginjal yang menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah (azotemia).
Sehingga pada orang yang menderita keadaan ini semakin lama darah akan dipenuhi oleh zat-zat limbah metabolik yang pada tahapan tertentu akan menjadi racun bagi tubuh.

Apa saja yang dapat menyebabkan ginjal dalam kondisi seperti itu ?
Ada beberapa penyakit yang sering sekali menjadi penyebab dari Gagal Ginjal Kronik seperti berikut ini,adalah:
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol (hipertensi)
- Penyumbatan saluran kemih
- Glomerulonefritis
- Kelainan ginjal, misalnya penyakit ginjal polikista
- Diabetes melitus (kencing manis)
- Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik.

Itulah beberapa penyebab Gagal Ginjal Kronis, yang dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan pada kondisi Gagal Ginjal. Bagaiman dengan Gejala dari gagal Ginjal Kronik ?

Pada gagal ginjal kronis, gejala-gejalanya berkembang secara perlahan sekali dan pada  awalnya tidak ada gejala sama sekali, kelainan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium.

Pada gagal ginjal kronis ringan sampai sedang, gejalanya ringan meskipun terdapat peningkatan urea dalam darah.
Pada stadium ini terdapat:
- nokturia, penderita sering berkemih di malam hari karena ginjal tidak dapat menyerap air dari air kemih, sebagai akibatnya volume air kemih bertambah
- tekanan darah tinggi, karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan air. Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan stroke atau gagal jantung.

Sejalan dengan perkembangan penyakit, maka lama-lama limbah metabolik yang tertimbun di darah semakin banyak.
Pada stadium ini, penderita menunjukkan gejala-gejala:
- letih, mudah lelah, kurang siaga
- kedutan otot, kelemahan otot, kram
- perasaan tertusuk jarum pada anggota gerak
- hilangnya rasa di daerah tertentu
- kejang terjadi jika tekanan darah tinggi atau kelainan kimia darah menyebabkan kelainan fungsi otak
- nafsu makan menurun, mual, muntah
- peradangan lapisan mulut (stomatitis)
- rasa tidak enak di mulut
- malnutrisi
- penurunan berat badan.

Pada stadium yang sudah sangat lanjut, penderita bisa menderita ulkus dan perdarahan saluran pencernaan.
Kulitnya berwarna kuning kecoklatan dan kadang konsentrasi urea sangat tinggi sehingga terkristalisasi dari keringat dan membentuk serbuk putih di kulit (bekuan uremik).
Beberapa penderita merasakan gatal di seluruh tubuh.

Pada kondisi awal gejala yang dirasakan sangat minimal sehingga seringkali penderita tidak menyadarinya ,hanya dengan pemeriksaan Laboratorium yang dapat mengetahui gejala awal ini.

Pada pemeriksaan Laboratorium akan diketahui beberapa keadaan seperti :

Pada pemeriksaan darah akan ditemukan:
- peningkatan kadar urea dan kreatinin
- anemia
- asidosis (peningkatan keasaman darah)
- hipokalsemia (penurunan kadar kalsium)
- hiperfosfatemia (peningkatan kadar fosfat)
- peningkatan kadar hormon paratiroid
- penurunan kadar vitamin D
- kadar kalium normal atau sedikit meningkat.

Analisa air kemih menunjukkan berbagai kelainan, berupa ditemukannya sel-sel yang abnormal dan konsentrasi garam yang tinggi.

Bila diketemukan keadaan seperti ini dokter akan segera melakukan pengobatan yang bertujuan untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit.
Penyebab dan berbagai keadaan yang memperburuk gagal ginjal harus segera dikoreksi.

Diet rendah protein (0,4-0,8 gram/kg BB) bisa memperlambat perkembangan gagal ginjal kronis.
Tambahan vitamin B dan C diberikan jika penderita menjalani diet ketat atau menjalani dialisa.

Pada penderita gagal ginjal kronis biasanya kadar trigliserida dalam darah tinggi. Hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi, seperti stroke dan serangan jantung.
Untuk menurunkan kadar trigliserida, dapat diberikan obat dari golongan  gemfibrozil.

Kadang asupan cairan dibatasi untuk mencegah terlalu rendahnya kadar garam (natrium) dalam darah.
Asupan garam biasanya tidak dibatasi kecuali jika terjadi edema (penimbunan cairan di dalam jaringan) atau hipertensi.

Makanan kaya kalium harus dihindari. Hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah) sangat berbahaya karena meningkatkan resiko terjadinya gangguan irama jantung dan cardiac arrest.
Jika kadar kalium terlalu tinggi, maka diberikan natrium polisteren sulfonat untuk mengikat kalium, sehingga kalium dapat dibuang bersama tinja.

Kadar fosfat dalam darah dikendalikan dengan membatasi asupan makanan kaya fosfat (misalnya produk olahan susu, hati, polong, kacang-kacangan dan minuman ringan).
Bisa diberikan obat-obatan yang bisa mengikat fosfat, seperti kalsium karbonat, kalsium asetat dan alumunium hidroksida.

Anemia terjadi karena ginjal gagal menghasilkan eritropoeitin dalam jumlah yang mencukupi. Eritropoietin adalah hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah.
Respon terhadap penyuntikan poietin sangat lambat.
Transfusi darah hanya diberikan jika anemianya berat atau menimbulkan gejala.

Kecenderungan mudahnya terjadi perdarahan untuk sementara waktu bisa diatasi dengan transfusi sel darah merah atau platelet atau dengan obat-obatan (misalnya desmopresin atau estrogen).
Tindakan tersebut mungkin perlu dilakukan setelah penderita mengalami cedera atau sebelum menjalani prosedur pembedahan maupun pencabutan gigi.

Gejala gagal jantung biasanya terjadi akibat penimbunan cairan dan natrium.
Pada keadaan ini dilakukan pembatasan asupan natrium atau diberikan diuretik (misalnya furosemid, bumetanid dan torsemid).

Hipertensi sedang maupun hipertensi berat diatasi dengan obat hipertensi standar.

Jika pengobatan awal untuk gagal ginjal tersebut tidak lagi efektif, maka dilakukan dialisa jangka panjang atau pencangkokan ginjal.

Oleh karena itu keberhasilan dari pengobatan Gagal Ginjal Kronis ini adalah Diagnosa dini dan pengobatan semua faktor risiko untuk terjadinya Gagal Ginjal Kronis sesegera mungkin begitu telah diketahui adanya gejala dini Gagal Ginjal Kronik.


  1. Penderita GGK bisa sembuh seperti biasa gak ya? Terima kasih..

    • Pada tahap yang dini bisa sembuh kok , tapi pada tahap yang telah lanjut dapat diusahakan tidak bertambahparah dan progresssif ,sehingga harapan hidup akan hampir sama dengan orang normal….

  2. dok,apakah penyakit gagal ginjal stadium 2 bisa sembuh?

    • Kalau normalnya sih bisa, tapi sebaiknya tunggu pak dokter Arie dulu deh :)

    • Dear Tyas pada tahap yang lebih lanjut ,misalnya pada tahap 2 tidak dikenal istilah sembuh total , yang dapat diusahakan adalah dengan mengobati segala penyakit yang memperberat GGK seperti Diabetes Melitus ,Hipertensi dsb ,juga tak kalah pentingnya adalah dengan merubah lifestyle……

  3. dok, pemilihan terapi gagal ginjal kronik untuk masing2 stadiumya apa y? trm ksh

Leave a Reply