Gejala Sakit Ginjal Kronis
Pernah dengar oarang yang dicuci darahnya ? , mungkin pernah dengar yaa …tetapi tidak menjadi perhatian serius. Beberapa tahun terakhir ini ,kita tidak asing lagi mendengar dan mungkin pernah melihat
fasilitas cuci darah , bahkan rumah sakit berusaha menyediakan fasilitas ini untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Kita bisa lihat dengan Spanduk atau banner yang mereka pasang di depan rumah sakitntya , Menerima Hemodialisa , alias cuci darah. jadi memang akhir-akhir ini pasien cuci darah meningkat secara bermakna.
Apasih yang menyebabkan orang sampai harus dicuci darahnya ? ,sebabnya bisa bermacam macam ,paling sering adalah karena penyakit ginjal kronik ( PGK ).
Berikut ini saya akan sampaikan sekilas mengenai PGK ,
Pada stadium awal, penyakit yang menyerang ginjal tidak menimbulkan gejala. Seiring dengan waktu, kemampuan tubuh untuk membuang ‘sampah’ semakin menurun. Bila hal ini terjadi, gejala-gejala lain yang mungkin timbul adalah:
* merasa lelah dan tidak berenergi
* gangguan berkonsentrasi
* nafsu makan menurun
* sulit tidur
* kulit terasa kering dan gatal
* kram otot pada malam hari
* pembengkakan pada pergelangan kaki/tangan
* pembengkakan seputar mata pada pagi hari
* sering berkemih, terutama di malam hari
Apakah anda pernah mengalami gejala yang saya sampaikan diatas ? atau saat ini sedang mengalami hal tsb ? yang paling sering membuat pasien terkejut dan menyadari adanya kelainan pada dirinya adalah takala melihat / merasakan kakinya bengkak , pada pergelangan kaki , pembengkakan seputar mata pada pagi hari saat bangun tidur.
Perjalanan penyakit ginjal kronik dapat dicegah atau ditunda dengan cara deteksi dini dan terapi yang tepat. Stadium awal penyakit ginjal kronik dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.
Bagaimana kita dapat mengetahui adanya kerusakan pada ginjal ?
Ada tidaknya penyakit ginjal kronik ini dapat ditetapkan berdasarkan adanya kerusakan ginjal atau tingkat fungsi ginjal yaitu dengan mengukur laju filtrasi glomerulus (Glomerular Filtration Rate/GFR).

Menurut National Kidney Foundation Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (NKF-K/DOQI), dapat dibagi menjadi:
I. Kerusakan ginjal dengan nilai GFR normal atau meningkat. Nilai GFR ? 90 mL/min/1,73 m2.
II. Kerusakan ginjal ringan dengan penurunan nilai GFR 60-89 mL/min/1,73 m2.
III. Kerusakan ginjal sedang dengan penurunan nilai GFR 30-59 mL/min/1,73 m2.
IV. Kerusakan ginjal berat dengan penurunan nilai GFR 15-29 mL/min/1,73 m2.
V. Gagal ginjal terminal (stadium akhir), dengan nilai GFR < 15 mL/min/1,73 m2.
Itulah pembagian tahapan kerusakan ginjal yang terjadi berdasarkan nilai GFR.
Apa itu GFR dan bagaimana kelanjutannya ? kita dapat temui pada posting saya berikutnya di seri penyakit ginjal hanya di formula sehat….















