Diabetes Melitus ,Kencing Manis
Pernah dengar Kencing Manis ? ini bukan kencing yang rasanya manis lho ! , Kencing manis itu bahasa awamnya untuk penyakit yang bahasa Kedokterannya disebut dengan Diabetes Melitus atau disingkat dengan DM.
Penyakit ini dapat terjadi karena terganggunya proses Metabolisme Gula Darah dalam Tubuh Manusia. Orang dengan penyakit Kencing Manis atau DM kalau diperiksa darahnya di Laboratorium Klinik akan mempunyai kadar Gula Darah yang Tinggi ,melebihi nilai normal pada prang Sehat ,baik diukur pada saat puasa 8 jam atau pada saat 2 jam setelah makan. Ini adalah pengkuran Standart kadar Gula Darah yang dilakukan pada orang penyandang DM di Laboratorium Klinik.
Sebabnya apasih bisa terjadi demikian ?? ,Penyebab pasti dari penyakit ini sampai saat ini ilmu Kedokteran belum dapat diketahui secara pasti ,tetapi Ilmu Kedokteran mencatat orang yang Gemuk atau Overweight merupakan faktor Pencetus yang Dominan untuk terjadinya DM.
Diabetes Melitus akibat dari kegemukan ini biasanya terjadi pada usia lanjut ,diatas 40 th ,pada orang dengan gaya hidup makan yang sangat berlebihan.
Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang terkena atau menyandang DM ?
Sebenarnya untuk mengetahui atau mendiagnosa pasien DM tidaklah sulit. Pasien yang datang dengan keluhan sering kencing (polyuri), sering minum (polydipsi), sering makan (polyfagi), badan mengurus serta lemas sudah bisa kita tebak bahwa pasien tersebut menderita kencing manis. Apalagi saat kita periksa gula darah sewaktunya melebih 200 mg/dl maka keyakinan kita itu akan semakin menguat.
Gejala sering kencing atau istilah kedokterannya Polyuri pada penyandang DM terjadi karena penumpukan cairan dalam tubuh akibat dari gangguan osmolaritas darah yang tinggi sehingga banyak cairan tubuh terserap dan terkumpul pada kandung kemih dan cairan tersebut harus dibuang melalui kencing.
Karena banyak cairan yang keluar maka orang dengan penyandang DM akan merasa kehausan sehingga mereka jadi ingin sering minum. Akibat dari menurunnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah maka sering terjadi walau kadar gulanya sedang dalam keadaan normal namun tubuh merespon lain karena tidak ada gula yang dapat diserap oleh jaringan dan ini membuat otak meresponnya dengan rasa lapar ,rasa ingin makan untuk tujuan pemasukan gula kedalam darah.
Walaupun kita makan tetapi karena ,gula tak dapat diserap oleh jaringan ( karena insulin tak bekerja dengan baik ) , maka tubuh akan membuat respon dengan cara memecah cadangan energi dari sumber lain dalam tubuh seperti jaringan Lemak ,sehingga lama kelamaan badan akan terlihat semakin kurus…bahkan akan mencapai underweight.
Pada pemeriksaan Laboratorium klinik ,seorang penyandang DM akan mempunyai kadar Gula Darah Puasa ( min 8 jam ) yang melebihi 110 mg/dl dan untuk kadar gula 2 jam setelah makan akan mempunyai nilai lebih dari 160 mg/dl

Pengobatan pada pasien DM usia lanjut atau DM tipe II biasanya dengan menggunakan obat obatan anti diabetik oral. Pengobatan ini harus diimbangi dengan diet atau lebih tepatnya dengan Kontrol Kalori dan Olah Raga teratur ,dengan pendekatan seperti ini banyak pasien saya yang dapat tanpa minum obat anti diabetik oral. Pedomannya adalah mengetahui seberapa banyak kalori yang masuk kedalam badan kita setiap harinya ,sebagai pedoman adalah kurang lebihnya : target berat badan dalam kg x 25 kalori dalam sehari .
Untuk mengontrol penyakit ini perlu pemeriksaan secara periodik seperti berat badan,tekanan darah , gejala gejala diabetes yang masih dirasakan, kontrol gula darah dan pemeriksaan kadar lemak darah, fungsi Ginjal ,Fungsi Lever ,Fungsi jantung ,untuk mendeteksi komplikasi secara dini Komplikasi yang mungkin timbul.
Bagaiman ? Adakah gejala Diabetes pada Diri Anda ??
Anda Ragu ?? Silakan Konsultasikan kepada Kami















