Kolesterol Jahat dan Baik
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Neurology mendapatkan bahwa wanita yang berusia 65 tahun atau lebih dan memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi ternyata lebih sering mengalami gangguan berpikir dan mengingat.
Inilah yang dimaksud dengan cholesterol jahat ,karena dia dapat merusak tubuh kita dengan segala akibatnya. Tetapi tidak semua cholesterol itu jahat lho…… ada juga yang baik yang kita sebut dengan cholesterl baik….apa itu ? lihat topiknya yaa
Akibat dari cholesterol jahat ini al. adalah Alzheimer adalah penyakit yang sudah cukup sering terdengar dan cukup mengkhawatirkan khususnya bagi mereka yang mulai menapaki usia lanjut. Penelitian lain pernah mendapatkan bahwa alzheimer juga berkorelasi dengan tingginya kadar kolesterol darah seseorang.
Para peneliti tersebut mendapatkan bahwa wanita yang memiliki kadar kolesterol darah 235 atau lebih mengalami kesulitan saat menjalani tes mental. Selain itu penurunan kadar kolesterol darah berkaitan dengan penurunan 50% risiko terjadinya gangguan memori dan kognitif.
Penyebab terjadinya kaitan tersebut diduga dari kerusakan otak yang ditimbulkan oleh tingginya kolesterol darah, mirip dengan yang terjadi pada jantung. Kolesterol yang menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah ke otak. Dengan demikian, otak tentu tidak dapat bekerja dengan baik.
Apakah Kolesterol Itu?
Kolesterol adalah substansi yang menyerupai lemak. Sekitar 80% dari kolesterol diproduksi oleh liver. Selebihnya kolesterol didapat dari makanan yang kaya akan kolesterol seperti : daging, telur, atau produk berbahan dasar susu. Kolesterol sangat berguna bagi kesehatan karena :
Membantu pembentukan hormone atau vitamin D
Memecah karbohidrat dan protein
Membantu pembentukan lapisan pelindung di sekitar syaraf
Membangun dinding sel
Kolesterol dibawa dalam aliran darah oleh lipoprotein. Lipoprotein adalah protein yang membungkus kolesterol dan materi lemak lain dan membawanya di dalam aliran darah. Terdapat 5 jenis utama lipoprotein dengan fungsi yang berbeda beda :
High-density lipoproteins (HDL). Merupakan kolesterol “Baik”. HDLs bergerak dengan mudah di dalam darah dan menguntungkan bagi kesehatan. Lipoprotein ini stabil dan tidak melekat pada dinding arteri. HDL membantu mencegah penyakit jantung dengan cara membawa kolesterol “jahat” lepas dari arteri dan membawanya kembali ke liver dimana proses pembungan kolesterol dari tubuh terjadi. Kerusakan liver karena alkohol berlebihan atau penyebab lain dapat menghilangkan efek positif dari HDL.
Low-density lipoproteins (LDL). Merupakan kolesterol “Jahat”, LDL mengandung lemak lebih banyak dan sedikit protein dibandingkan dengan HDL. LDL tidak stabil dan cenderung untuk bercerai berai. LDL juga mudah untuk lekat pada dan merusak dinding arteri. Bagian arteri yang rusak ini dapat juga mempengaruhi substansi lemak lain (seperti trigliserida), komponen darah yang lekat (seperti fibrin dan platelet) dan sel darah putih.
Lapisan endapan dari material ini dikenal dengan sebutan plak. Plak dapat berlanjut pada pengerasan arteri (atherosclerosis) dan penyakit jantung koroner. Kandungan LDL yang tinggi berasosiasi erat dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Kebanyakan orang dengan kadar kolesterol “jahat” yang tinggi juga memiliki kadar triglyserid yang tinggi karena kedua tipe lemak ini mempunyai faktor resiko yang serupa (misalnya kegemukan dan diabetes).
Very low-density lipoproteins (VLDL). Ini merupakan lipoprotein yang sangat berbahaya yang membawa triglyserid dan kolesterol.
Intermediate–density lipoproteins. Seperti halnya VLDL, jenis ini juga membawa triglyserid dan kolesterol.
Chylomicrons. Ini merupakan partikel besar yang kaya akan triglyserid.
LDL, VLDL dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi sering disebut dengan non-HDL. Kadar non-HDL yang tinggi
mengindikasikan peningkatan resiko serangan jantung dan angina.
The National Cholesterol Education Program mengklasifikasikan kolesterol level sebagai berikut (dalam mg/dl) :
Total kolesterol dibawah 200 mg/dl = ideal.
Total kolesterol antara 200-239 mg/dl = Ambang batas tinggi.
Total kolesterol lebih dari 240 mg/dl = Tinggi.
Kadar HDL idealnya lebih dari 40
(the American College of Cardiology merekomendasikan diatas 45 untuk wanita. lihat Cholesterol and Women).
Kadar LDL idealnya kurang dari 100 (kadar lebih dari 129 merupakan ambang batas, dan kadar lebih dari 159 adalah tinggi)
Pengecekan kolesterol secara teratur adalah penting. NCEP merekomendasikan baik pria maupun wanita berusia lebih dari 20 tahun melakukan test kadar kolesterol setidaknya 1 kali setiap 5 tahun. Namun tes kolesterol dianjurkan dilakukan secara reguler pada orang dengan faktor resiko seperti diabetes, kegemukan atau keluarga yang mempunyai sejarah penyakit kardiovaskular. Selain itu orang berusia lebih dari 65 tahun juga disarankan untuk mengecek kadar kolesterolnya secara rutin. Pada kasus kolesterol dan triglyserid tinggi dokter akan menganjurkan perubahan gaya hidup disertai dengan pemberian obat penurun kadar kolesterol.
Total Cholesterol (Low–moderate risk)
Total Choleterol Level
Category
Less than 200 mg/dl = Desirable
200 to 239 mg/dl = Borderline high
240 mg/dl and higher = higher
Triglyserides (Moderate Risk)
Triglyseride Level
Category
Less than 150mg/dl = Normal
150 to 199 mg/dl = Borderline high
200 to 499 mg/dl = High
500 mg/dl and higher = Very high

Nah kalau kita sudah tau fungsi dari masing-masing chlolesterol ,sekarang bagaimana kita mensiasati untuk meningkatkan cholesterol baik / HDL dan menurunkan chlesterol jahat / LDL dalam pola makan kita sehari-hari.
Banyak makanan disekitar kita ,disuper market ,toko kue ,toko makanan yang sama sekali tidak menganut prinsip SEHAT tetapi hanya memakai PRINSIP ENAK ,bagi mereka yang penting laku dan untung !
Pada kesempatan yang lain Mia akan bahas khusus mengenai makanan yang ber PRINSIP SEHAT oke ?
Category: Ruang Tunggu







hhmm kegemaran saya makan gorengan kayaknya hrus dikurangi nih
Nggak juga sih De , yang penting bisa memilih minyak gorengny ayng baik dan apa yang digoreng ??! trus jangn lupa dengan olah raga ya De….