Prediksi pasca kasus antara RS OMNI dan Prita Mulyasari
Sebelum dan saat masa persidangan kasus RS OMNI, tanggerang dengan prita mulyasari opini publik sudah jelas mendukung ibu prita. Bahkan sampai saat ini jumlah artikel tentang RS OMNI sebagai rumah sakit yang tidak profesional taraf international ?, semakin meninggkat. ( saat ini 861,000 ). Bisa saya katakan tidak ada satupun pihak luar yang membela tuntutan pencemaran nama baik itu. Sampai saat aticle ini ditulis pun, menurut saya telah terjadi krisis pencitraan yang amat buruk bagi RS OMNI, sebagai rumah sakit bertaraf international yang suka menuntut balik pasiennya, apabila pasien merasa tidak puas akan pelayanan rumah sakit tersebut.
Perselihan ini mencuat setelah ia ( prita mulyasari ) meminta rekam medis hasil pemeriksaan kepada RS Omni bulan Agustus tahun lalu. Namun manajemen RS Omni tidak ingin memberikan.
Saat ini, Rumah sakit Omni masih menempuh jalur klasik dan tetap memanfaatkan kecacatan hukum UU ITE. Saat dukungan tekanan publik lewat media Internet semakin menguat, dan akhirnya status Prita berubah jadi tahanan kota, RS Omni mulai bergeming, dengan memberikan syarat “Prita tidak lagi meminta hasil trombosit dan juga kalau Ibu Prita mengakui kesalahannya“ untuk sebuah penarikan gugatan.
Sementara dari segi Undang undang ITE, Depkominfo sudah bilang kalau Jaksa salah (tak sanggup ) menafsirkan UU, begitu juga Jaksa Agung, jadi sebenarnya sudah jelas siapa yg salah dan siapa yg benar.
Situasi yang terlanjur krisis akibat memaksakan jalur hukum dan tidak disertai pendekatan komunikatif, dapat mengancam kelangsungan Indonesia dai berbagai sisi, dan yang khusunya dunia medis Indonesia. Melihat situasi yag terjadi, lalu bagaimana prediksi pasca kasus antara RS OMNI dan Prita Mulyasari ?
Menurut pengamatan singkat saya, ada beberapa kemungkinan yang terjadi…
1. Jika RS Omni memenangkan pengadilan, kekuatan suara rakyat di media online akan semakin menyuarakan dukungan dan menambah jumlah artikel yang memperburuk citra RS Omni. Alhasil jika hal ini dilihat dari segi kekuatan media online tersebut, maka penyebaran brand negatif RS Omni sebagai salah satu rumah sakit bertaraf International akan semakin memperburuk citra rumah sakit Indonesia dimata global.
2. Jika RS Omni kalah dalam tuntutannya, maka dukungan dan suara juga akan semakin meng-iya kan, bahwa RS Omni telah melakukan pelayanan yang sangat tidak profesional. Disisi lain, hal ini setidaknya akan membuka keberanian masyarakat untuk semakin membuka hal-hal yang selama ini belum terungkap, yang dilakukan berbagai pihak melalui mediasi Online. Namun hal ini tetap menjaga citra rumah sakit di Indonesia lainnya, sisi positifnya adalah semakin awarenya corporate untuk melihat dan dekat dengan konsumennya melalui media online .
Category: Ruang Tunggu






